Optimisme Persatuan Perusahaan Realestat Indonesi di Tengah Corona

By | April 16, 2020

KABAR PERUMAHAN — DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia dengan optimis menyatakan bahwa konstruksi proyek properti masih berjalan di tengah adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar di Bogor, Depok, dan Bekasi yang mulai berlaku hari rabu 15 april 2020.

Ketua Umum DPP a (REI) Paulus Totok Lusida menyampaikan pengerjaan konstruksi utamanya rumah tapak berjalan dengan menerapkan jaga jarak fisik dengan orang lain.

Kebutuhan properti itu sangat mendesak, sampai saat ini masih jalan pembangunan konstruksinya. Jadi, kita slowing down saja dalam pengerjaan, tetapi semua masih jalan. REI beranggotakan 6.210 di 34 provinsi dengan 5.200 anggota adalah pengembang menengah bawah yang bermain di perumahan subsidi.

Totok mengutarakan pengembang tak mungkin untuk menghentikan secara keseluruhan progres pengerjaan konstruksi proyek. Alasannya, para pengembang akan mengalami kesulitan untuk memulainya. Apalagi, jika pemerintah sampai memutuskan untuk memberlakukan karantina wilayah. Hal itu akan membutuhkan waktu lagi setidaknya 6 bulan bagi sektor properti untuk masa pemulihan.

Totok mengaku was-was pada industri lain yang menjadi pendukung sektor properti seperti keramik dan lain-lain tidak bisa berjalan secara maksimal di tengah wabah Covid-19. Saat ini produksi harus suplai terus, juga mulai dari konstruksinya seperti besi. Sebelumnya, Apersi memastikan jika pengerjaan proyek hunian bersubsidi akan terus berlanjut. Menyusul akan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar di tiga wilayah Jawa Barat yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pengerjaan proyek hunian bersubsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah itu akan mengedepankan protokol pencegahan virus corona jenis baru (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *